Pilih montir yang berpengalaman atau pinter teori doang?


Tentu saja anda akan memilih montir yang sudah berpengalaman...

Alasannya?

Karena keahlian memperbaiki mobil tidak bisa anda dapatkan seutuhnya dibangku sekolah apalagi hanya membaca buku saja. Kemajuan teknologi otomotif berkembang dengan cepat sehingga bisa saja ilmu yang anda dapatkan tidak sesuai dengan perkembangan mobil sekarang.

Disaat disekolah anda diajari cara memperbaiki mobil dengan mesin karburator dan mobil praktek disekolah anda adalah mobil kijang kapsul tentu saja ilmu itu tidak bisa dipraktekan dengan mobil sekarang.

Nah, untungnya mobil sekarang memiliki desain mesin dan kelistrikan yang tidak terlalu jauh berubah walaupun jenis mobilnya berbeda.
Misalnya saja mobil Avanza dengan mobil Rush, ilmu yang anda miliki untuk mobil Avanza bisa anda terapkan ke mobil Rush. Demikian juga dengan mobil Innova dan Fortuner, mobil ertiga dengan splash, brio dengan mobilio.
Montir yang berpengalaman akan menganalisa setiap permasalahan sesuai dengan pengalamannya. Ketika sebuah mobil mengalami masalah maka si montir akan menganalisa apa saja sebabnya sebelum menyentuh mobilnya.
Misalnya sebuah mobil avanza mengalami masalah dengan klakson nya (klakson mati), tentu saja si montir akan bertanya ke kostumernya,"apakah klaksonnya orisinal atau sudah pernah diganti?"
Jika klaksonnya belum pernah diganti, maka si montir akan menganalisa sebab nya sebelum dia membuka kap mesinnya. Apalagi kalau klaksonnya pernah diganti, sebabnya juga pasti berbeda.
Kalau saya, klason bawaan mati "biasanya" disebabkan karena sekering putus. Jika sekering ngak putus, coba cek relaynya sambil menekan klaksonnya. Jika relaynya ada bunyi "tek" saya mengambil kesimpulan klaksonnya bermasalah. Jika relaynya tidak ada bunyi "tek", kemungkinan tombol klaksonnya rusak atau kotor.
Namun jika klasonnya pernah diganti, "biasanya" saya cek kabel setnya mulai dari sekering hingga relaynya.
Jika kabel setnya bagus, saya cek klaksonnya.

Saya pakai istilah " biasanya" karena seorang montir menganalisa sebuah masalah sesuai dengan pengalamannya. Tentu saja pengalaman setiap montir berbeda-beda. Oleh sebab itu, montir perlu adanya sharing (tukar pendapat) dengan montir lainnya. Misalnya montir A belum pernah membuka head unit Mazda2, maka dia akan meminta"informasi" ke montir B yang sudah pernah membuka head unit Mazda2.

Jadi selama mobil terus berkembang , maka proses belajar anda tentu saja terus berjalan.

0 comments:

Post a Comment